Di usiaku yang bisa dibilang masih belia (Cie...cie... 20th gt), aku sudah harus merantau ke Borneo Island, tepatnya di kab. Tanah Bumbu, Kal-Sel.
What amazing! di kabupaten yang baru 5 th berdiri ini selalu bikin penghuninya jengkel. Gimana nggak jengkel, masa tiap hari pasti mati lampu. Nggak tanggung-tanggung dalamsatu hari bisa 2-4 kali mati lampu. Bahkan pernah juga mati lampu selama 24 jam lebih. Tak heran banyak penduduknya memilih jenset sebagai alternatif saat mati lampu (Wah... bisa jadi saingan beratnya Medan dong, yang konon dijuluki Kota Seribu Jenset) Sebenarnya tambah boros sih, tapi ya... gimana lagi, daripada tiap malam hidup dalam kegelapan. Yang nggak kalah bikin snewen, kalau nggak mati lampu pasti tiap malam tegangan listrik turun. Jadinya nggak bisa nonton TV deh, boro-boro nonton TV, lampu dah nyala aja dah Alhamdulillah banget.
Dalam keadaan yang memprihatinkan ini, pihak yang bersangkutan malah saling menyalahkan. PLN menyalahkan warganya yang nggak bisa berhemat, warganya menyalahkan PLN yang nggak bisa ngasih pelayanan yang memuaskan. Siapa yanga salah kalau gitu? Kalau menurut Gigi sih, dua-duanya ikut bersalah.
Eits... kok jadi nyalahin orang gini ya...???!!???
Buat yang merasa tersinggung sama tulisan Gigi disini, mohon maaf dulu ya. Awalnya Gigi nulis ini cuma buat share ke pembaca yang mungkin belum pernah merasakan hidup di Tanah Bumbu (tepatnya di Batulicin), sebuah kota kecil tempat penambangan Batubara di wilayah Kal-Sel. Pembaca bisa bayangkan nggak, di jaman yang sudah maju ini, ternyata penerangan di Batulicin masih tertinggal jauh dibanding kota lalin. Jadi harus sabar-sabar ngrasain hidup seperti jaman dahulu kala, pakai teplok, dian, lilin, atau apalah namanya. Yang lebih ironis lagi, anak-anak usia sekolah jadi tidak punya banyak waktu untuk belajar di malam hari.
Semoga saja kondisi ini bisa mambaik. Karena kalau tidak dampaknya nggak hanya pada perekonomian tapi juga pendidikan.
Jumat, 20 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar